Sabtu, 04 Oktober 2025

Stunting

  





Stunting adalah gagal tumbuh pada anak di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis, menyebabkan tinggi badan lebih pendek dari standar usianyaKondisi ini dapat berdampak buruk pada perkembangan otak dan fisik, serta meningkatkan risiko penyakit di kemudian hari. Pencegahannya meliputi pemenuhan gizi ibu hamil, ASI eksklusif, MPASI yang bergizi, imunisasi, dan perbaikan sanitasi lingkungan. 
Penyebab stunting
  • Kekurangan nutrisi: 
    Kurangnya asupan gizi kronis pada ibu selama kehamilan dan pada anak setelah lahir. 
  • Infeksi berulang: 
    Penyakit kronis yang sering terjadi pada anak, seperti diare dan infeksi cacing, dapat mengganggu penyerapan gizi. 
  • Pola asuh kurang baik: 
    Gagal memenuhi kebutuhan nutrisi anak dengan baik. 
  • Sanitasi buruk: 
    Akses terhadap air bersih dan sanitasi yang buruk dapat meningkatkan risiko infeksi. 
Gejala stunting
  • Tinggi badan lebih pendek dari anak seusianya.
  • Berat badan yang sulit naik atau cenderung rendah.
  • Pertumbuhan gigi terhambat.
  • Mudah lelah, lemas, dan kurang bersemangat.
  • Gangguan konsentrasi dan belajar.

  • Cenderung lebih diam dan menarik diri. 
Pencegahan dan penanganan
  • Pencegahan dini: Mulai sejak ibu hamil dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. 
  • ASI eksklusif: Berikan ASI secara eksklusif hingga anak berusia 6 bulan, dan lanjutkan menyusui hingga usia 2 tahun. 
  • MPASI yang tepat: Setelah usia 6 bulan, berikan makanan pendamping ASI (MPASI) yang kaya protein hewani, vitamin, dan mineral. 
  • Imunisasi lengkap: Pastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal untuk mencegah penyakit. 
  • Jaga kebersihan: Pastikan lingkungan hidup bersih, termasuk akses ke air bersih dan sanitasi yang baik. 
  • Pemantauan rutin: Pantau tumbuh kembang anak secara berkala di Posyandu untuk deteksi dini. 
  • Penanganan medis: Jika stunting terdeteksi, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat, seperti suplemen gizi dan pengobatan penyakit yang mendasarinya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rakor TPP se Kab Pasaman